21

21 Pesanan : *Ustaz Haji Ebit Irawan Bin Ibrahim Lew @ Lew Yun Pau*


Pesanan bermakna dari beliau.

1. *Walaupun kita miskin, tapi bila kita ada agama, kita bahagia.*

2. *Kita solat bukan sebab kita baik, tapi sebab kita hamba Allah.*

3. *Sesiapa betulkan solat, Allah betulkan hidup dia.*

4. *Ketika kita ingat Allah, Allah ingat kita. Ketika kita lupa Allah, Allah tetap ingat kita.*

5. *Kita selalu ingat apa yang kita nak dari Allah, tapi kita selalu lupa apa yang Allah nak dari kita.*

6. *Melihat bukan dengan mata tapi dengan hati. Hati yang kenal Allah swt akan sentiasa belajar mencari kebaikan orang*.

7. *Kemusnahan hidup seseorang bermula apabila dia mula bersangka buruk terhadap sekelilingnya. Dan kemuncak kemusnahannya adalah apabila dia mula bersangka buruk dengan Tuhan.*

8. *Tak mengapa orang hina atau aibkan kita, kita bukan hidup untuk penghormatan manusia tapi hanya untuk Allah sayang.*

9. *Segemuk-gemuk ikan pasti ada tulangnya. Sekurus-kurus ikan pasti ada dagingnya. Sebaik-baik orang pasti ada buruknya. Seburuk-buruk orang pasti ada baiknya. Buang yang keruh ambil yang jernih, carilah baik dalam buruk orang, itulah akhlak. Carilah buruk dalam kebaikan diri sendiri, itulah ikhlas.*

10. *Untuk Allah bantu kita, kita kena dapat doa orang yang makbul doanya. Pertama doa mak ayah kita. Kedua, doa isteri. Ketiga, doa orang baik2 serta kawan2 kita walau melalui ucapan di Facebook. Doakanlah semula kebaikan buat mereka.*

11. *Bila kita bawa orang yang jauh dari Allah kembali kepada Allah, itulah cinta yang sebenar.*

12. *Biar apa orang nak kata, yang penting kita hidup untuk Allah sayang.*

13. *Kita cuba tutup kesedihan dengan hiburan. Tetapi, akhirnya tiada apa yang kita dapat. Kerana ubat kesedihan adalah sujud dan mengadu kepada Allah.*

14. *Dalam hidup ini, kita kena ingat Allah sentiasa sayang kita. Bila Allah sayang dia beri kebaikan, dia beri kita hati yang tenang. Jadi kita kena banyak puji Tuhan.*

15. *Bila kita dakwah orang tapi orang tak dengar, kita doa; Ya Allah, mereka tak tahu, tak faham, mereka lupa. Ya Allah, beri hidayah kepada dia.*

16. *Segala benda tak ada yang kebetulan, tak sengaja dan sengaja, itu semua Allah dah aturkan. Allah dah pertemukan. Tujuannya untuk kebaikan.*

17. *Wanita ini amat lembut dan dijadikan untuk disayangi, dikasihi dan dibimbing untuk masuk syurga. Allah jadikan mereka untuk melengkapi kita. Pasti tidak ada silap. Silap hanya bagaimana diri kita menyingkapi dan melaluinya.*

18. *Semua manusia ada hati dan keinginan untuk jadi baik.*

19. *Jangan risau kalau kita buat baik orang tak nampak, yang penting Allah nampak.*

20. *Bila cinta kerana Allah, untuk Allah sayang. Cinta itu akan kekal. Tapi jika cinta selain dari itu belum ada jaminan apa2. Berusaha mengasihi keluarga kita kerana Allah untuk redha Allah.*

21. *Kita sentiasa mengharapkan kasih sayang daripada manusia. Namun para sahabat hanya mengharapkan kasih sayang daripada Allah. Anugerah yang sebenar-benarnya adalah daripada Allah. Orang yang paling disayangi oleh ramai orang boleh jadi akan dibenci sekelip mata. Tetapi itu tidak penting, yang penting bila Allah sayang.*

Pemimpim.

TUJUH PEMIMPIN TERBURUK DI AKHIR ZAMAN

Setidaknya menurut hadits-hadits Rasulullah Saw ada 7 tanda pemimpin yang dimurkai dan terburuk di akhir zaman, antara lain:

#1. Para Pemimpin Sesat*

Dari Aus yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

*«إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ»*

“Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibbân).*_

Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan:

_“Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”_

#2. Para Pemimpin Bodoh*

Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:

*«أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاءِ »*

“Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.” (HR. Ahmad)*_

Dalam hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah ﷺ . Yakni pemimpin yang tidak menerapkan syariah Islam.

#3. Para Pemimpin Penolak Kebenaran, Penyeru Kemungkaran*

Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

*«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ»*

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)*_

#4. Para Penguasa Yang Memerintah dengan Mengancam Kehidupan dan Mata Pencaharian*

Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

*«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ»*

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)*_

#5. Para Pemimpin Yang Mengangkat Pembantu Orang-orang Jahat, dan Mengakhirkan Shalat (Mengabaikan Syari’ah)*

Dari Abu Hurairah ra yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

*« يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا»*

“Akan ada di akhir zaman para penguasa sewenang-wenang, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat, dan para ahli hukum Islam (fuqaha’) pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai, pegawai kanan, dan polisi.” (HR. Thabrani)*_

Ada riwayat lain seperti hadits di atas dengan matan yang sedikit berbeda:

*عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُقَرِّبُونَ شِرَارَ النَّاسِ ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلا يَكُونَنَّ عَرِيفًا ، وَلا شُرْطِيًا ، وَلا جَابِيًا ، وَلا خَازِنًا*

Daripada Abu Sa’id dan Abu Hurairah mereka berdua berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan datang atas kalian pemerintah yang rapat dengan seburuk-buruk manusia dan melewat-lewatkan sholat (sehingga terkeluar) daripada waktunya. Maka barangsiapa antara kalian yang menemui keadaan ini janganlah menjadi pegawai kanan, jangan polisi, jangan pemungut cukai dan jangan (pula menjadi) bendahari.” (HR. Ibn Hibban dalam Sahih-nya [4586])*_

#6. Para Pemimpin Diktator (Kejam Dan Tangan Besi)*

Rasulullah ﷺ bersabda:

*«إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ»*

“Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar)*_

Pemimpin al-huthamah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi terhadap rakyatnya.

Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

*«وسَيَلي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً وَكَرْهاً، ادْنَى الحَقِّ أَنْ لاَ تٌّاخُذُوا لَهُمْ عَطَاءً ولا تَحْضُروا لَهُمْ في المًّلاَ»*

“Dan berikutnya adalah para pemimpin jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak memberikannya; dan jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka menolak. Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian tidak menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani)*_

#7. Para Penguasa Zindik (Pura-Pura Beriman)*

Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

*«صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ»*

“Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang bertindak zalim, dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari agama.” (HR. Thabrani).*_

*حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ*

“Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidhah itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “al-umara [pemerintah] fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”).” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar)*_
(gwa).
*و الله اعلم ب الصواب*