Author Archives: Penulis cap ayam.
ntb y2k – Alhamdullilah.
Pemimpim.
TUJUH PEMIMPIN TERBURUK DI AKHIR ZAMAN
Setidaknya menurut hadits-hadits Rasulullah Saw ada 7 tanda pemimpin yang dimurkai dan terburuk di akhir zaman, antara lain:
#1. Para Pemimpin Sesat*
Dari Aus yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
*«إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ»*
“Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibbân).*_
Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan:
_“Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”_
#2. Para Pemimpin Bodoh*
Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:
*«أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاءِ »*
“Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.” (HR. Ahmad)*_
Dalam hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah ﷺ . Yakni pemimpin yang tidak menerapkan syariah Islam.
#3. Para Pemimpin Penolak Kebenaran, Penyeru Kemungkaran*
Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
*«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ»*
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)*_
#4. Para Penguasa Yang Memerintah dengan Mengancam Kehidupan dan Mata Pencaharian*
Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
*«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ»*
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)*_
#5. Para Pemimpin Yang Mengangkat Pembantu Orang-orang Jahat, dan Mengakhirkan Shalat (Mengabaikan Syari’ah)*
Dari Abu Hurairah ra yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
*« يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا»*
“Akan ada di akhir zaman para penguasa sewenang-wenang, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat, dan para ahli hukum Islam (fuqaha’) pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai, pegawai kanan, dan polisi.” (HR. Thabrani)*_
Ada riwayat lain seperti hadits di atas dengan matan yang sedikit berbeda:
*عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُقَرِّبُونَ شِرَارَ النَّاسِ ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلا يَكُونَنَّ عَرِيفًا ، وَلا شُرْطِيًا ، وَلا جَابِيًا ، وَلا خَازِنًا*
Daripada Abu Sa’id dan Abu Hurairah mereka berdua berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan datang atas kalian pemerintah yang rapat dengan seburuk-buruk manusia dan melewat-lewatkan sholat (sehingga terkeluar) daripada waktunya. Maka barangsiapa antara kalian yang menemui keadaan ini janganlah menjadi pegawai kanan, jangan polisi, jangan pemungut cukai dan jangan (pula menjadi) bendahari.” (HR. Ibn Hibban dalam Sahih-nya [4586])*_
#6. Para Pemimpin Diktator (Kejam Dan Tangan Besi)*
Rasulullah ﷺ bersabda:
*«إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ»*
“Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar)*_
Pemimpin al-huthamah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi terhadap rakyatnya.
Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
*«وسَيَلي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً وَكَرْهاً، ادْنَى الحَقِّ أَنْ لاَ تٌّاخُذُوا لَهُمْ عَطَاءً ولا تَحْضُروا لَهُمْ في المًّلاَ»*
“Dan berikutnya adalah para pemimpin jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak memberikannya; dan jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka menolak. Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian tidak menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani)*_
#7. Para Penguasa Zindik (Pura-Pura Beriman)*
Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
*«صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ»*
“Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang bertindak zalim, dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari agama.” (HR. Thabrani).*_
*حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ*
“Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidhah itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “al-umara [pemerintah] fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”).” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar)*_
(gwa).
*و الله اعلم ب الصواب*

Watch “Love.” on YouTube
3 kerat. – Alhamdullilah.
Rezeki.
*MASIHKAH KITA KHAWATIR DENGAN REZEKI*
📖 Allah ta’ala berfirman,
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (Surat asy-Syuraa 42: 27)
🎓 Ibnu Katsir -rahimahullah- menjelaskan,
“Allah memberi rezeki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.”
*📚 Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim 6/553.*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sayang.
ASSALAMUALAIKUM
PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS
Saling Mencintai Kerana Allah Akan Dinaungi Di Hari Kiamat
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي
Daripada Abu Hurairah RA dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat kelak: “Mana orang-orang yang saling mencintai kerana keagungan-Ku? Hari ini kunaungi mereka, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.” (HR Muslim No: 4655) Status: Hadis Sahih
Pengajaran:
1. Saling mengasihi dan berkasih sayang antara sesama orang beriman adalah suatu tuntutan.
2. Dua orang yang saling berkasih sayang kerana Allah akan tergolong dalam salah satu golongan yang akan mendapat naungan di hari Kiamat.
3. Ibnu Hajar Rahimahullah menyatakan: Dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, di mana ia berpisah dan berkumpul kerana-Nya, yaitu apabila keduanya saling mencintai kerana agama, bukan kerana yang lainnya. Cinta kerana agama ini tidak putus kerana dunia, baik dia berkumpul secara hakiki atau tidak, sampai kematian memisahkan keduanya.
4. Seorang lelaki yang mencintai lelaki lain kerana Allah begitu juga wanita yang menyayangi wanita lain kerana Allah, dianjurkan oleh Rasûlullâh SAW agar kita memberitahu kepadanya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis dengan lafaz:
إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللهِ
Sesungguhnya aku cinta kepadamu kerana Allâh
Kemudian balaslah ucapan tersebut dengan lafaz:
أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ
Mudah-mudahan Allâh mencintaimu yang telah mencintaiku kerana-Nya.
Moga kita tergolong dalam golongan yang mendapat naungan di hari akhirat nanti dengan saling menyayangi sahabat kita semata-mata kerana Allah.
Allahu’alam
Sayang semua 😊❤
17hb Januari 2021
04hb Jamadil Akhir 1442H

Watch “WAKTU DO’A MUSTAJAB YANG JARANG ORANG MUSLIM SADARI – Syeikh Ali Jaber” on YouTube
Watch “Coffee on the wall.” on YouTube
Akhirnya.
https://www.hmetro.com.my/addin/2019/01/412620/fitnah-akhir-zaman
Fadly Samsudin
Usia alam ini sebenarnya sudah cukup lama. Berapa lama usia kewujudannya, hanya Allah SWT yang mengetahuinya.
Pada mulanya hanya Allah SWT saja yang wujud dan tiada permulaan bagi kewujudan Allah SWT. Kemudian Allah SWT menciptakan makhluk-makhluk-Nya yang terawal, Arasy dan Al-Qalam.
Al-Qalam adalah pena yang menulis takdir di Luh Mahfuz. Dalam satu hadis, daripada ‘Ubadah bin ash-Shamit r.a, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya makhluk pertama Allah ciptakan adalah Al-Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya: Tulislah! Kemudian Al-Qalam berkata: Wahai Rabbku, apa yang aku tulis? Allah berfirman: Tulislah takdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat.” (Hadis riwayat Abu Dawud dan disahihkan Syeikh al-Albany)
Bagaimanapun, dalam hadis lain menunjukkan ketika pena menulis ternyata Arasy dan air sudah diciptakan. Ia sebagaimana dalam hadis Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash r.a, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Allah menulis takdir semua makhluk 50,000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi dan Arasy Allah berada di atas air.” (Hadis riwayat Muslim)
––
Rupa bentuk Al-Qalam dan Arasy Allah itu hanya dapat kita saksikan di akhirat nanti. Bagaimana pula dengan kejadian manusia?
Manusia pertama diciptakan Allah adalah Adam a.s dan Hawa. Kedua-duanya tidak berbin serta berbinti sesiapa pun.
Kita semua yang hidup sekarang adalah umat terakhir bagi nabi terakhir yang diutuskan oleh Allah SWT iaitu Nabi Muhammad SAW.
Baginda juga adalah penutup kepada semua nabi dan rasul. Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Bukanlah Nabi Muhammad itu (dengan sebab ada anak angkatnya) menjadi bapa yang sebenar bagi seseorang daripada orang lelaki kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan kesudahan segala nabi-nabi. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.” (Surah al-Ahzaab, ayat 40)
Kita perlu bersyukur, bertuah dan bangga apabila dipilih Allah SWT menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Percaya kepada apa yang disampaikan Baginda adalah kesempurnaan iman bagi seseorang mukmin. Mungkin ada yang masih sangsi mereka berada di penghujung zaman.
Terdapat hadis disebut oleh Nabi SAW yang dimulakan dengan, “… akan tiba satu hari, “… sesungguhnya menjelang datangnya kiamat, “… pasti akan terjadi pada umatku…” semua itu kita menyangka merujuk kepada zaman yang bakal berlaku di hadapan kita ratusan tahun lagi.
Sebenarnya, semua yang dinyatakan itu zaman yang kita hidup pada hari ini. Akhir zaman itu adalah mengenai kisah diri kita.
Kata-kata Nabi SAW itu benar dan ia sedang dan sudah berlaku. Antara peristiwa fitnah akhir zaman yang berlaku kepada umat Islam hari ini adalah penyakit cinta dunia dan takutkan mati.
Ramai umat Islam terperangkap dengan kekayaan harta, pangkat dan wanita sehingga mereka takut kehilangannya.
Bahana penyakit ‘al-wahn’ itu turut menjadikan umat Islam bangga dengan Barat. Malah ada yang menyalahkan agama sendiri kerana dianggap terkebelakang, mundur dan kolot serta berasa malu beramal dengan ajaran Islam.
Sebuah hadis daripada Tsauban, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Akan tiba masanya umat (manusia merujuk Yahudi Nasrani) yang ramai mengelilingi kalian seperti orang-orang yang mengerumuni (jamuan) hidangannya. Maka ada seseorang bertanya: Apakah kerana sedikitnya bilangan kami (kaum Muslimin).
Baginda menjawab: Bahkan ramai tetapi mereka (umat Islam) pada masa itu ibarat buih-buih air (di lautan). Sungguh Allah mencabut rasa takut daripada dada musuh kamu dan menimpakan penyakit al-wahn. Seseorang bertanya: Apakah penyakit al-wahn itu ya Rasulullah. Baginda menjawab: Cinta dunia dan takutkan mati.” (Hadis riwayat Ahmad)
Selain itu, ajaran Islam akan menjadi asing atau dianggap tidak sesuai dengan zaman. Asing itu bukan bermakna Islam tidak dikenali, bahkan pengikut umat Islam adalah agama yang mempunyai ramai pengikutnya.
Dalam hadis daripada Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya Islam bermula dalam keadaan asing dan kelak ia akan kembali asing sebagaimana dahulu ia bermula dalam keadaan asing dan sesungguhnya Islam akan kembali ke sarangnya di antara dua masjid (Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah) sebagaimana seekor ular akan kembali masuk ke lubang sarangnya.” (Hadis riwayat Muslim)
Kita dapat saksikan pada hari ini ada individu atau masyarakat yang menga-
malkan ajaran mengikut syariat Islam, sunah dan akhlak Rasulullah SAW, namun dipulau dan dipandang serong.
Sedangkan, fahaman liberalisme dan kes perlakuan songsang bertentangan dengan fitrah seperti lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) diangkat serta dipertahankan sehinggakan golongan yang memperjuangkan hak itu diberi peruntukan undang-undang.
Ada segelintir umat Islam menyokong dan turut terpengaruh dengan perjuangan golongan itu.
Pada akhir zaman juga menyebabkan ramai orang merasakan diri mereka bijak. Golongan ulama dicerca dan diperlekeh. Golongan berilmu bersifat ego manakala pengikutnya pula begitu taasub.
Golongan ilmuwan juga kerap bertelagah yang tidak langsung mencerminkan ketokohan ilmunya. Tidak seperti golongan ilmuwan terdahulu, mereka sangat menjaga adab ketika berdepan perbezaan pendapat.
Begitu juga, akhir zaman dikaitkan dengan peristiwa pembunuhan kejam yang dilakukan secara beramai-ramai. Situasi yang dinyatakan itu menepati hadis daripada Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Kiamat tidak akan terjadi sehingga banyak ‘harj’. Sahabat bertanya: Apakah ‘harj’ itu wahai Rasulullah?”
Baginda bersabda: “Pembunuhan. (demi) pembunuhan.” Sebahagian umatku yang dirahmati, mereka tidak akan dihisab dan tidak akan diseksa sama sekali di akhirat, seksa yang pernah dialaminya adalah pembunuhan, gempa dan fitnah (kekacauan).” (Hadis riwayat Hakim)
Pada akhirnya, kita semua nanti akan ‘berpindah’ ke satu tempat yang tiada lagi kematian iaitu ke syurga atau neraka.
Penulis wartawan Harian Metro



